AHM
Fakta KPPU Sangka AHM Monopoli Pemasaran Pelumas Motor Honda

Fakta KPPU Sangka AHM Monopoli Pemasaran Pelumas Motor Honda

Posted on

Fakta KPPU Sangka AHM Monopoli Pemasaran Pelumas Motor Honda. Jakarta, CNN Indonesia — Komisi Pengawas Kompetisi Usaha (KPPU) menerangkan fakta mengincar Astra Honda Motor (AHM) berkaitan sangkaan monopoli pemasaran pelumas sepeda motor.
Menurut Biro Humas KPPU Deswin Nur, semestinya AHM tidak ‘melarang’ Astra Honda Authorized Service Station (AHASS), jual produk pelumas kecuali brand AHM. Faktanya, AHASS bukan agen AHM, tetapi brand dagang AHM yang bisa dipunyai perseorangan atau satu tubuh usaha.

“Jika jalinan usaha dipandang terpisah, bermakna jangan pemaksaan (jual satu brand pelumas) semestinya. Contohnya hubungan jadi agen, bisa dipastikan (harus jual apa),” kata Deswin lewat sambungan telephone, Jumat (17/7).

AHM Monopoli Pemasaran Pelumas Motor Honda

KPPU sudah mengadakan sidang pertama sangkaan tying serta bundling AHM dalam pasarkan pelumas sepeda motor lewat bengkel sah bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) pada Selasa (14/7).

Tying dapat disebutkan untuk usaha faksi penjual yang mewajibkan customer beli produk ke-2 waktu mereka beli produk pertama. Sesaat bundling adalah taktik penjualan dengan jual dua produk pada sebuah paket harga tambah murah.

Kasus ini diketemukan berdasar ide internal berdasar peningkatan masalah kartel skuter matik pada 2016 yang menyertakan AHM serta Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Pada proses penyelidikan KPPU mendapatkan kesepakatan privat AHM menyertakan faksi main dealer serta AHASS. AHASS sendiri ialah brand dagang AHM yang bisa dipunyai perseorangan atau tubuh usaha.

Kesepakatan Privat AHM

KPPU mengatakan kesepakatan privat itu berisi kriteria siapa juga yang ingin mempunyai bengkel AHASS harus terima perlengkapan minimum awal (taktikc alat) dari AHM serta harus beli suku cadang lain dari AHM seperti pelumas yang namanya AHM Oil.

AHM Oil adalah produk yang dialokasikan AHM ke main dealer. Dari main dealer produk itu dijual oleh dealer pemasaran, bengkel AHASS, serta dealer suku cadang.

Investigator KPPU lalu mendapatkan untuk membangun bengkel AHASS ada salah satunya penataan yaitu AHASS cuma dapat jual pelumas punya AHM. Pelumas brand lain, terutamanya dengan detail sama (SAE 10W-30, JASO MB, API SG atau di atasnya) tidak diperbolehkan dipasarkan di AHASS.

Atas masalah ini AHM disangka menyalahi Undang-Undang (UU) berkaitan sangkaan pelanggaran Klausal 15 ayat (1) serta (2) UU No 5 Tahun 1999 mengenai Larangan Praktik Monopoli serta Kompetisi Usaha Tidak Sehat (UU Antimonopoli).

Deswin meneruskan betul atau mungkin tidak jalinan usaha AHM serta AHASS yang berbuntut satu kesepakatan, dia minta seluruh pihak menanti kelanjutan sidang masalah masalah itu. Katanya semua sangkut-paut masalah itu akan dibuka dalam persidangan.

Dahulu Jalinan Usaha Mereka

“Jadi kelak disaksikan dahulu jalinan usaha mereka. Apa jalinan usaha putus atau bertindak selaku agen. Nah itu di persidangan kelak akan diangkat jalinan bisnisnya. Sekarang ini jadi penemuan investigator, semestinya AHM tidak membuat kesepakatan tying dengan AHASS,” kata Deswin.

Berkaitan sangkaan produsen otomotif lain bertindak sama pada tiap jaringan sah bengkelnya, Deswin belum memberikan respon. Katanya masalah yang diatasi selama ini masih sekitar sangkaan monopoli AHM saja.

“Berkaitan brand lain saya kurang tahu. Di masalah ini kami belum masuk dalam brand lain. Jika ada, ya masalah baru,” katanya.

CNNIndonesia.com telah mengontak faksi AHM berkaitan keputusan KPPU itu tetapi belumlah ada tanggapan.

Awalnya, GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin tidak ingin bicara banyak berkaitan masalah monopoli pemasaran pelumas motor. Muhibbuddin menjelaskan perusahaan akan pelajari terlebih dulu kasus itu.

“Kami tetap berupaya patuhi ketetapan yang berlaku dalam melakukan bisnis, termasuk juga dalam memberi service after sales paling baik untuk customer. Kami akan dalami dahulu permasalahan ini,” kata Muhibbuddin, Kamis (16/7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *