Regio Harap Pemerintah Senantiasa Dukung Pesawat R80

Posted on

Pesawat R80 serta N245 karya almarhum BJ Habibie dihapus dari catatan proyek strategis nasional. Pemerintah diharapkan senantiasa mendukungnya.

2 pesawat ini dibesarkan oleh PT Regio Aviasi Industri( RAI). Bagi Direktur Komunikasi PT RAI, Justin Djogo 2 pesawat mereka merupakan karya terakhir almarhum Presiden BJ Habibie.

” Tidak bisa dipungkiri, pengembangan industri dirgantara bernilai strategis ekonomi yang besar,” kata Justin dalam statment resminya kepada ww-norton, Kamis( 6/ 6/ 2020).

Baginya Indonesia dengan negeri kepulauan merupakan pengguna pesawat ATR terbanyak di dunia yang sekelas R80. Jika dapat membuat sendiri pesawat sejenis itu, pasti lebih positif daripada membelinya dari luar negara.

” R80 dimaksudkan buat bisa mengisi pasar dalam negeri serta regional mengambil alih pesawat asing,” jelasnya.

Pada 2017, pesawat R80 masuk dalam proyek strategis nasional( PSN). Dikala itu pendanaan dicoba tanpa APBN, tidak terdapat jaminan dari pemerintah serta diupayakan lewat PINA( pembiayaan non APBN).

” Sepanjang fase desain konsep, R80 seluruhnya dibiayai oleh almarhum Ayah BJ Habibie serta pemegang saham RAI yang lain,” kata Justin Djogo.

Crowd funding melalui kitabisa. com jadi jalan pendanaan pesawat R80. Perancangan model serta pengujian terowongan angin dicoba di Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika serta Aeroakustika di Serpong. PT RAI juga telah menganjurkan pada pemerintah suatu Roadmap Industri Penerbangan Nasional.

” Pemerintah butuh mendayagunakan kemampuan yang terdapat, buat tingkatkan perekonomian serta energi saing bangsa, mengejar ketinggalan. Industri Penerbangan wajib jadi salah satu industri prioritas di masa tiba,” ucapnya.

Justin Djogo berkata pesawat R80 merupakan impian serta amanat dari Presiden BJ Habibie buat generasi penerusnya. Walaupun telah dinyatakan bukan proyek strategis nasional, PT RAI tidak hendak surut buat meningkatkan pesawat tersebut.

” Dia( BJ Habibie- red) menitipkannya kepada generasi penerus bangsa ini. Marilah kita bahu- membahu membangun negeri ini secara konstruktif, strategis serta bergotong royong. Sekali layar terkembang, pantang surut ke balik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *